Jumat, 11 Oktober 2013

laporan kerja lapang



LAPORAN KERJA LAPANG
“Rumah Potong Hewan di Padang Serai, Kota Bengkulu”





Disusun Oleh

ARY QURNIAWAN   E1C010043











JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2013


LEMBARAN PENGESAHAN


Laporan Kerja Lapang
Di
(“Rumah Potong Hewan di Padang Serai, Kota Bengkulu” )


Oleh :


ARY QURNIAWAN
E1C010043



Telah Melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Rumah Potong Hewan di Padang Serai, Kota Bengkulu Pada Tanggal 10 Juni – 23 Juni 2013.




Mengetahui






Dosen Koordinator
Kerja lapang




 Heri Dwi Putranto, S.pt, M.sc, Ph.D
 














KATA PENGANTAR


Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan laporan KL. Laporan ini merupakan kewajiban yang harus dibuat setelah melakukan kegiatan Kuliah Kerja Lapang tahun ajaran 2012/2013 yang telah dilaksannakan selama 14 hari pada tanggal 10 juni hingga 23 juni 2013.
Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih yang sebesar - besarnya kepada dosen yang telah membantu hingga berakhirnya kerja lapang yang telah dilaksanakan yaitu :
  1. Bapak Heri Dwi Putranto, S.pt, M.sc, Ph.D.  selaku kordinator kerja lapang yang telah memberikan masukan serta saran yang bermanfaat sehingga kerja lapang ini dapat diselsaikan dengan baik.
  2. Bapak Rizal yang telah membimbing dan memberikan arahan pada saat di rumah potong hewan.
  3. Rekan-rekan yang telah bersama-sama membantu dalam kegiatan kerja lapangan ini.
            Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan penulis menyadari masih terdapat kekurangan dalam penulisan laporan ini untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk dapat memperbaiki penulisan laporan ini.

                                                                                    Bengkulu,05 September 2013

                                                                                           Ary Qurniawan

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang

 Rumah Potong Hewan adalah suatu bangunan atau kompleks bangunan dengan desain dan syarat tertentu yang digunakan sebagai tempat pemotongan hewan bagi konsumsi masyarakat umum. Pemotongan hewan merupakan kegiatan untuk menghasilkan daging hewan yang terdiri atas pemeriksaan ante-mortem, penyembelihan, penyelesaian penyembelihan dan pemeriksaan post-mortem (Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13/Permentan/OT.140/1/2010). Berdasarkan SNI 01-6159-1999 disebutkan bahwa RPH adalah kompleks bangunan dengan desain khusus yang memenuhi persyaratan teknis dan higien tertentu serta digunakan sebagai tempat memotong hewan potong  bagi konsumsi masyarakat.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 13/Permentan/OT.140/1/2010 tentang persyaratan rumah potong hewan ruminansia dan unit penanganan daging (meat cutting plant) telah ditetapkan persyaratan teknis RPH. RPH merupakan unit pelayanan masyarakat dalam penyediaan daging yang aman, sehat, utuh dan halal serta berfungsi sebagai sarana untuk melaksanakan :
1. Pemotongan hewan secara benar (sesuai dengan persyaratan kesehatan masyarakat veteriner, kesejahteraan hewan dan syariah agama).
2. Tempat melaksanakan pemeriksaan hewan sebelum dipotong (ante-mortem inspection), pemeriksaan karkas dan jeroan (post-mortem inspection) untuk mencegah penularan penyakit zoonosa ke manusia.
3. Tempat pemantauan dan surveilans penyakit hewan dan zoonosis yang ditemukan pada pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem guna pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit hewan menular dan zoonosis di daerah asal hewan.

Selain itu, rumah potong hewan harus memenuhi beberapa syarat seperti :
a. Berlokasi didaerah yang tidak menimbulkan gangguan atau pencemaran lingkungan serta mudah dicapai oleh kendaraan.

b. Komplek RPH harus dipagar yang berfungsi untuk memudahkan penjagaan keamanan.
c. Memiliki ruangan yang digunakan sebagai tempat penyembelihan, dinding dan lantai kedap air, ventilasi yang cukup.
d. Mempunyai perlengkapan yang memadai.
e. Pekerja berpengalaman dalam bidang kesehatan masyarakat.

 

 

1.2 Tujuan

            Kuliah kerja lapangan yang dilasanakan di Rumah Potong Hewan ini diantaranya adalah :
1.         Mengetahui beberapa langkah yang perlu dipersiapkan dan dilakukan untuk memotong satu ekor ternak.
2.         Mengetahui proses pemotongan karkas untuk memisahkan daging dengan jeroan dan tulang, serta kulit ternak.
3.         Untuk mengetahui proses sanitasi pada daging yang sudah dipotong.
4.         Melatih mahasiswa untuk dapat bekerja sama dengan pihak lain terkait dengan usaha peternakan
5.         Membekali mahasiswa untuk dapat menganalisa kondisi usaha peternakan yang ada



BAB II
METODELOGI

Kuliah kerja lapangan ini di lakukan di Rumah Potong Hewan di Padang Serai, Kampung Melayu, milik Pemerintah Kota Bengkulu yang di kelola oleh Pemotong Hewan di Kota Bengkulu. Pada kuliah kerja lapangan ini ada beberapa bahan dan peralatan yang digunakan pada saat pemotongan ternak diantaranya adalah sebagai berikut :
2.1 Alat :
·         pisau
·         troli
·         timbangan
·         restrain box
·         sapu lidi
·         ember
·         pam air
·         karung
·         selang air
·         tali tambang
2.2 Bahan :
·         air
·         sapi

2.3. Langkah Pemotongan :
·         Melakukan penggiringan sapi melalui lorong giring ke dalam rumah potong dengan tenang dan membiarkan sapi berjalan dengan alami
·         setelah itu sapi di ikat kakinya, setelah itu sapi di tarik sampai sapi terjatuh kelantai.
·         Setelah sapi dalam posisi roboh segera tangkap kepala sapi arahkan pada posisi tengadah untuk kemudian dilakukan pemotongan.
·         Mengarahkan pisau penyembelih dengan sekali ayunan sampai memutus arteri karotis.
·         Setelah darah berhenti mengalir, dilakukanlah pemeriksaan kematian sapi dengan cara memukul kaki sapi.
·         Melakukan aktifitas diatas 2 sampai 4 kali kurang dari 20 detik.
·         Jangan melakukan ke prosedur berikutnya jika proses kematian sapi karena pemotongan belum sempurna.
·         Jangan menyiram sapi dengan air untuk memastikan kematian setelah pemotongan.
·         Melanjutkan proses pengulitan pengeluaran isi perut dan peng-karkasan.
·         Membersihkan darah yang berceceran di lantai dan restrain box.
·         Mengasah pisau untuk penyembelihan berikutnya.
           



BAB III
HASIL PENGAMATAN.

            Dalam proses pemotongan ternak di rumah potong hewan yang bertempat di Padang Serai, Kampung melayu ini dilakukan pada pukul 00 : 00 dini hari hingga pukul 02 : 30. Selama pratikan melakukan pengamatan ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam proses pemotongan ternak diantaranya adalah sebagai berikut :
v  Dalam proses penggiringan ternak kedalam rumah potong ternak tidak boleh disakiti, peraturan tesebut di pertegas oleh pihak penyedia sapi potong. Apabila ternak sapi disakiti maka RPH yang bersangkutan tidak akan dilanjutkan kerja samanya dalam pengiriman sapi potong.
v  Setelah melakukan pemotongan langsung dibersikan darah yang berceceran, Hal ini dilakukan untuk mengurangi pencemaran mikroorganisme yang ada di lantai.
v  Ketersediaan air harus banyak, karena untuk memotong satu ekor ternak memmbutuhkan air yang cukup banyak untuk proses pembersihan darah dan isi jeroan serta karkas.

Ternak yang biasa di potong dalam rumah potong hewan yang bertempat di padang serai ini diantaranya adalah ternak sapi bali ( sapi lokal dari kota bengkulu dan sekitarnya ), kerbau, dan sapi impor dari australia BX.  Untuk warga sekitar yang ingin melakukan pemotongan di rumah potong hewan di rumah potong padang serai ini harus membayar uang kontribusi sebesar Rp. 25.000,- / ekor. Perhitungan pendapatan untuk satu ekor ternak sudah dilakukan pada saat penerimaan sapi impor yaitu untuk berat hidup sapi BX  per Kg adalah sebesar Rp. 35.000,- yang mana dalam satu ekor sapi BX berat hidupnya mencapai 489 Kg hingga 530 Kg / ekor. Untuk mengetahui berapa persen karkas yang dihasilkan dalam satu ekor sapi para pemotong memperkirakan denga rumus :
 berat hidup  =  530  =  176,6 Kg karkas.
 3            3
Untuk berat jeroan para pemotong memperkirakan kurang dari 50 Kg. Untuk harga jual karkas Rp. 90.000,- / kg dan harga jeroan di jual Rp. 25.000,- / kg. Pendapatan ini masih ditambah dengan kaki dan kepala serta kulit sapi. Perhitungan ini sangat sederhana, jika kita cermati pendapatan sangat tipis, namun diperjelas oleh pemotong bahwa perhitungan ini hanya sebagai awal untuk mengetahui pendapatan dengan capat, namun ketika dilakukan pemotongan beratnya lebih banyak sedikit. Hasil pemotongan yang dilakukan di Rumah Potong Hewan ini kemudian dipasarkan di beberapa pusat perbelanjaan yaitu di pasar minggu dan pasar panorama. Selesai proses pemotongan karkas segar langsung dikirim ke pasar pada pukul 02.00 WIB dini hari. Untuk menjaga kepercayaan konsumen maka Rumah Potong Hewan ini selalu menjaga kebersihan dan keseterilan produk atau karkas.
BAB IV
PENUTUP


            Dengan adanya kuliah lapangan ini mahasiswa dapat memahami beberapa proses yang dilakukan dalam proses pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan. Menjadi sebuah kewajiban untuk melakukan pemotongan ternak dirumah potong agar ternak mendapatkan perlakuan yang baik sebelum pemotongan maupun pada saat pemotongan. Serta mengetahui standar kebersihan serta sterilisasi rumah potong sebelum dan sesudah pemotongan.


















LAMPIRAN



S

   




     

 


 

 



 


 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar